Sejarah berdirinya San Diego Hills Memorial Park
Dari Kisah Kehilangan Menjadi Tempat Peristirahatan Terindah
Adi Mahendra
12/9/20251 min read


San Diego Hills Memorial Park lahir dari perjalanan hati Bapak Mochtar Riady ketika beliau harus memindahkan makam orang tuanya dari Malang ke Karawang. Di momen itu, beliau merasakan betapa beratnya kehilangan—dan lebih berat lagi ketika tempat peristirahatan keluarga tidak memberikan kedamaian seperti yang seharusnya.
Dari pengalaman pribadi tersebut, lahirlah tekad:
Indonesia membutuhkan pemakaman yang layak untuk dikenang, bukan ditakuti. Tempat yang menenangkan air mata, bukan menambah beban duka.
Terinspirasi oleh Forest Lawn Memorial Park di Amerika, pemakaman terindah dan terbesar di dunia, beliau membangun San Diego Hills sebagai wujud cinta, penghormatan, dan standar baru bagi peristirahatan keluarga di Indonesia.
Di sinilah berdiri sebuah taman memorial yang mengubah cara kita memandang kematian.
Tidak gelap. Tidak seram. Tidak kumuh.
Sebaliknya—mewah, damai, berkelas, dan menghadirkan ketenangan untuk keluarga.
Dengan fasilitas lengkap yang tak dimiliki pemakaman manapun:
Chapel & mushola megah
Danau Lake Angeles yang menenangkan batin
Restoran, café, kolam renang, jogging track
Taman bermain anak, pemandangan hijau, sampai helipad untuk akses kilat
Di sinilah Anda bukan hanya membeli lahan,
Anda sedang menyiapkan tempat peristirahatan terbaik untuk keluarga—warisan kehormatan yang tidak ternilai.
Tidak mengherankan bila San Diego Hills menjadi pilihan para konglomerat, pengusaha besar, dan keluarga mapan Indonesia.
Karena mereka tahu satu hal:
tempat terakhir seseorang adalah simbol cintanya yang paling akhir.
Dan ketika momen itu datang—yang pasti akan datang—
Anda akan bersyukur sudah memilih yang terbaik, selagi masih ada kesempatan.
Unit-unit terbaik tidak selalu tersedia.
Harga terus naik setiap tahun.
Dan area favorit cepat terambil.
Siapkan dari sekarang. Amankan unitnya selagi masih ada.
Ketenangan keluarga Anda dimulai dari keputusan hari ini.
